kopi
0

“Bawa kopi dari Lampung?”, ujarnya ketika kukatakan asal daerahku.  Ya, itulah yang terjadi kira-kira sepuluh tahun yang lalu ketika aku bertandang ke salah satu daerah penghasil kopi Arabika di Aceh Tengah, yang terkenal dengan nama Gayo. Well, tentu saja ini membanggakan buatku karena julukan kopi Lampung kesohor sampai di tanah yang kaya dan tempat di mana salah satu kopi terbaik dunia di hasilkan.

Melihat statistik perkebunan 2017 di sini, ternyata Lampung berkontribusi sebesar 17,44% produksi kopi dari total produksi nasional, yang didominasi oleh kopi robusta.

Kopi robusta Lampung, berdasarkan data statistik BPS Lampung tahun 2017 total luas arealnya sebesar 173,690 hektar dnegan produksi mencapai 131,501 ton, yang tersebar di 15 kabupaten/kota di provinsi Lampung.  Dari data yang ada, 3 kabupaten produsen kopi terbesar di Lampung berada di Lampung Barat, Tanggamus, dan Way Kanan.  Dengan luasan dan produksi yang cukup besar, ditambah adanya pelabuhan laut yang menjadi sara ekspor kopi, menjadikan Lampung sangat strategis untuk pengembangan kawasan industri kopi robusta (ya kan?).  Usaha pengembangan kopi Lampung memerlukan sinergi dari semua pihak, mulai dari petani, pemerintah, lembaga masyarakat, private sector, dan bisnis.

Untuk pengembangan kopi Lampung, sebenarnya modal yang dimiliki oleh provinsi ini sudah cukup besar, dimulai nama “kopi Lampung’ yang sudah melekat sejak dahulu, adanya pengakuan Indikasi Geografis Kopi Lampung yang telah diterima beberapa tahun lalu, dan antusias sumberdaya manusia yang tinggi yang dapat dibuktikan dengan suksesnya gelaran Lampung Coffee Festival (Lacofest) 2 tahun lalu.  Gelaran acara seperti Lacofest (yang kabarnya akan dilakukan lagi tahun 2019), akan memberikan “impression” bagaimana geliat industri kopi Lampung.

admin

Tol Bakauheni – Terbanggi Besar, Lampung

Previous article

Kultivar Kopi Robusta Lampung

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Agriculture